Banyak yang mengira ban mobil akan tetap awet selama kendaraan jarang digunakan. Padahal, ban yang lebih sering diam di garasi juga bisa mengalami penurunan kondisi seiring bertambahnya usia.
Karet pada ban dapat perlahan berubah dan kehilangan kualitas akibat terpapar udara, panas, sinar matahari, serta kelembapan.
Oleh karena itu, kondisi ban tidak cukup dinilai dari seberapa jauh mobil telah digunakan. Ban yang sudah berusia lama juga bisa menimbulkan risiko, meskipun alur atau permukaannya masih terlihat cukup baik.
Lalu, apa saja bahaya ban mobil kedaluwarsa dan bagaimana cara mengetahui apakah ban masih layak digunakan? Simak artikel ini sampai selesai untuk memahaminya.
Bahaya Menggunakan Ban Mobil Kedaluwarsa
Ban mobil yang sudah kedaluwarsa tidak hanya terlihat lebih tua, tetapi juga dapat mengalami perubahan pada karet dan struktur ban.
Jika tetap digunakan, kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan hingga keselamatan saat berkendara. Lalu, apa saja bahaya ban mobil kedaluwarsa yang perlu Anda waspadai? Berikut beberapa di antaranya:
1. Kenyamanan Berkendara Berkurang
Ban mobil yang sudah kedaluwarsa biasanya mengalami pengerasan pada bagian karetnya. Akibatnya, kenyamanan berkendara dapat berkurang karena bantingan mobil terasa lebih keras dan suara ban menjadi lebih berisik.
Karet ban dapat mengeras karena terus-terusan terkena panas dari aspal, rem, dan mesin mobil. Seiring waktu, paparan panas tersebut membuat karet kehilangan kelenturannya.
2. Keselamatan Berkendara Terganggu
Ban mobil yang sudah kedaluwarsa dapat mengalami penurunan performa, termasuk kemampuan mencengkeram jalan. Kondisi ini membuat mobil lebih mudah tergelincir, terutama saat melewati jalan yang licin.
Ban yang sudah lama digunakan juga dapat mengalami flat spot, yaitu kondisi ketika permukaan ban menjadi rata pada bagian tertentu akibat terlalu lama berada dalam posisi diam. Kondisi ini dapat membuat putaran ban tidak stabil dan menimbulkan getaran saat mobil melaju. Risikonya bisa semakin besar jika tekanan angin ban tidak stabil akibat panas atau kebocoran.
Ban yang kondisinya sudah menurun juga lebih berisiko pecah saat mobil digunakan dalam perjalanan, terutama ketika melaju dengan kecepatan tinggi atau membawa muatan berat.
Baca juga: Ban Mobil Listrik Bocor, Harus Ditambal atau Diganti?
3. Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros
Ban yang sudah tua dapat mengalami perubahan tekanan angin. Oleh karena itu, dibutuhkan tenaga lebih besar untuk melaju, sehingga mesin pun perlu bekerja lebih keras. Akibatnya, konsumsi bahan bakar bisa menjadi lebih boros.
4. Daya Cengkeram Ban Menurun
Bahaya ban mobil kedaluwarsa salah satunya adalah berkurangnya kelenturan karet ban. Akibatnya, kemampuan ban untuk mencengkeram permukaan jalan ikut menurun dan dapat membuat mobil kurang stabil saat dikendarai.
Kondisi ini membuat ban tidak bekerja secara maksimal saat mobil melakukan pengereman atau akselerasi. Risiko ban selip pun menjadi lebih tinggi, terutama saat berkendara di jalan yang basah atau licin.
5. Risiko Ban Pecah atau Meletus Meningkat
Ban yang sudah terlalu lama digunakan lebih berisiko pecah, terutama saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi atau membawa beban berat. Karet ban yang sudah kaku juga tidak dapat menahan tekanan dengan baik.
Dalam kondisi tertentu, tekanan tersebut dapat membuat ban pecah atau meletus secara tiba-tiba saat mobil melaju.
6. Traksi Mobil Berkurang
Ban mobil yang sudah aus dan mengeras tidak dapat mencengkeram permukaan jalan dengan baik. Akibatnya, mobil menjadi lebih sulit dikendalikan, terutama saat melewati jalan yang basah atau saat berbelok tajam.
Dalam kondisi tersebut, ban lebih mudah kehilangan cengkeraman sehingga mobil berisiko tergelincir atau bergerak ke arah yang tidak diinginkan. Hal ini tentu dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
7. Indikator Keausan Ban Bisa Menyesatkan
Ban modern memiliki TWI (Tread Wear Indicator) sebagai indikator tingkat keausan ban. Namun, pada ban yang sudah kedaluwarsa, karet dapat mengeras dan kehilangan kelenturannya.
Akibatnya, kondisi ban bisa sudah menurun meskipun TWI belum menunjukkan keausan yang parah. Jadi, jangan hanya mengandalkan TWI untuk memeriksa kondisi ban.
8. Muncul Retakan pada Ban
Seiring bertambahnya usia, karet ban akan kehilangan kelenturannya. Ban pun menjadi lebih keras dan mulai muncul retakan kecil yang kadang sulit terlihat dari luar.
Jika terus digunakan, terutama saat mobil melaju kencang atau mengalami benturan, kondisi ini dapat membuat ban pecah secara tiba-tiba dan membahayakan keselamatan.
9. Risiko Aquaplaning Meningkat
Karet ban yang sudah mengering tidak lagi bekerja dengan baik saat melewati jalan yang basah. Alur pada ban menjadi kurang efektif dalam mengalirkan air ke luar.
Akibatnya, ban bisa kehilangan cengkeraman saat melewati genangan. Mobil pun terasa seperti mengambang dan lebih sulit dikendalikan.
10. Ban Bisa Mengalami Benjolan
Ban yang sudah tua dan mengeras lebih mudah rusak, terutama setelah terkena benturan keras. Salah satunya adalah saat mobil melaju kencang dan melewati jalan berlubang.
Benturan tersebut dapat membuat bagian tertentu pada ban menjadi berbenjol. Jika terus digunakan, ban bisa membuat mobil terasa bergetar dan menimbulkan suara yang tidak nyaman.
Baca juga: Apa Bedanya Ban Mobil EV dan Ban Biasa? Kenali Sebelum Beli!
Cara Mengetahui Ban Mobil Sudah Kedaluwarsa
Setelah mengetahui bahaya ban mobil kedaluwarsa, penting untuk memastikan kondisi ban sebelum digunakan. Anda bisa mengeceknya melalui beberapa tanda berikut:
1. Memeriksa Kode DOT
Kode DOT (Department of Transportation) merupakan kode yang memuat informasi produksi ban dan biasanya terletak di dinding ban.
Perhatikan empat angka terakhir untuk mengetahui waktu pembuatannya. Dua angka pertama menunjukkan minggu produksi, sedangkan dua angka terakhir menunjukkan tahun. Contohnya, kode 2026 berarti ban diproduksi pada minggu ke-20 tahun 2026.
2. Mengecek Informasi dari Produsen
Tidak semua ban memiliki informasi kedaluwarsa yang ditulis secara langsung. Namun, beberapa produsen mencantumkan batas usia atau waktu penggantian pada produknya. Jika tersedia, informasi tersebut dapat membantu Anda menentukan kapan ban perlu diganti.
Tetap periksa kondisi fisiknya karena usia pakai ban juga dipengaruhi oleh cara penggunaan dan penyimpanannya.
3. Memeriksa Kondisi Ban
Usia ban bukan satu-satunya hal yang menentukan apakah ban masih layak digunakan. Ban mobil yang jarang dipakai pun tetap bisa rusak, terutama jika terlalu lama disimpan atau tidak dirawat dengan benar.
Sebaliknya, ban yang masih tergolong baru juga bisa rusak jika sering digunakan di jalan yang buruk atau terkena benturan keras.
Coba perhatikan permukaan ban dan pastikan tidak ada retakan, benjolan, perubahan bentuk, karet yang mengeras, atau alur ban yang sudah tipis. Jika menemukan salah satu tanda tersebut, sebaiknya segera ganti ban meskipun usianya belum mencapai 5 tahun.
4. Memperhatikan Performa Ban
Kondisi ban juga bisa dilihat dari perubahan yang terasa saat mobil digunakan. Jika setir terasa bergetar, mobil kurang stabil saat berbelok, atau terdengar suara dengung dari ban, bisa jadi daya cengkeram ban sudah menurun.
Ban yang sudah tua juga dapat membuat mobil kurang cepat merespons saat mengerem, terutama di jalan yang basah. Jika mobil membutuhkan jarak lebih jauh untuk berhenti atau terasa mudah tergelincir, segera periksa kondisi ban.
5. Memeriksakannya ke Bengkel
Pemeriksaan sendiri dapat dilakukan untuk mengetahui usia dan melihat kondisi fisik ban sebagai langkah awal. Namun, cara ini belum tentu bisa menunjukkan kondisi ban secara menyeluruh.
Jika Anda menemukan tanda-tanda kerusakan atau masih ragu dengan kondisi ban, sebaiknya bawa mobil ke bengkel. Teknisi dapat memeriksa ban secara lebih detail dan memastikan apakah ban masih layak digunakan atau sudah perlu diganti.
Baca juga: Apa Perbedaan Ban Soft Compound dan Hard Compound? Yuk, Cek!
Cek dan Ganti Ban Mobil Anda di NAWILIS
Kondisi ban memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan saat berkendara. Jika ban sudah menunjukkan tanda-tanda aus, retak, mengeras, atau rusak, sebaiknya jangan menunggu sampai kondisinya semakin parah.
Maka dari itu, lakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan ban masih layak digunakan dan segera lakukan penggantian jika memang diperlukan.
NAWILIS menyediakan layanan Ganti Ban Mobil yang dapat membantu Anda mulai dari memilih ban hingga proses penggantiannya.
Anda juga akan mendapatkan pendampingan dalam memilih ban yang sesuai, ban berkualitas, serta layanan dengan standar keselamatan yang tetap terjaga.
Untuk pilihan merek, salah satu yang bisa Anda pilih adalah Bridgestone. Anda juga dapat melihat berbagai pilihan produk ban lainnya yang tersedia di katalog NAWILIS.
Dengan pengalaman lebih dari 60 tahun sebagai spesialis spooring balancing, NAWILIS didukung oleh peralatan modern dan canggih serta teknisi profesional.
Pengalaman tersebut membuat NAWILIS dipercaya sebagai salah satu rujukan bagi bengkel umum maupun bengkel resmi di Indonesia.
Anda juga bisa memanfaatkan Promo Gratis Pengecekan Aki dan Ban yang berlaku hingga akhir Desember 2026. Pengecekan ini dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi ban dan aki kendaraan sebelum menentukan tindakan selanjutnya.
Jangan tunda jika ban mobil sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Segera lakukan pengecekan dan penggantian ban di NAWILIS, yang kini memiliki lebih dari 20 cabang di berbagai wilayah Indonesia.
Jadi, mari kunjungi cabang NAWILIS terdekat, atau hubungi NAWILIS Auto Service Center untuk menjadwalkan servis dan mendapatkan informasi lebih lanjut.


