Di antara berbagai jenis perawatan mobil, tune up menjadi salah satu yang paling penting. Ya, baik mobil konvensional maupun mobil hybrid butuh proses tune up secara rutin. Pertanyaannya, apa itu tune up dan berapa biaya tune up mobil?
Meskipun tune up tidak bisa dilakukan sendiri, Anda perlu memahami hal-hal penting sebelum membawa mobil Anda menjalani proses ini. Tujuannya agar Anda lebih aware dengan kondisi mobil dan bisa mengalokasikan dana yang cukup.
Artikel ini akan membahas definisi, jangka waktu, tempat, hingga biaya tune up mobil. Simak selengkapnya hingga akhir!
Apa Itu Tune Up Mobil?
Tune up mobil adalah proses pembersihan, penyetelan ulang, dan penggantian elemen-elemen dalam mesin mobil. Proses ini bertujuan untuk menjaga performa mobil tetap optimal dan umur pakainya lebih panjang.
Sebaiknya, tune up mobil dilakukan setiap 10.000–20.000 km. Namun, jika mobil sering berhadapan dengan kemacetan atau medan ekstrem, proses tune up bisa dilakukan lebih sering. Tune up juga bisa menjadi solusi saat mobil terasa berat untuk dikendarai.
Proses tune up mobil bisa dilakukan di bengkel resmi maupun nonresmi. Bengkel resmi biasanya menggunakan suku cadang berkualitas dan teknisinya sudah menerima pelatihan khusus dari pabrikan mobil.
Di sisi lain, bengkel tune up nonresmi biasanya dipilih karena harganya lebih terjangkau dan fleksibel karena tidak membatasi layanan pada merek mobil tertentu.
Sebelum membawa mobil Anda ke bengkel untuk menjalani tune up, sebaiknya pahami dulu komponen yang akan diperiksa, diganti, atau dibersihkan dalam proses ini, di antaranya:
Aki: Memastikan tegangan aki 14 volt saat mesin hidup dan 12 volt saat mesin mati.
Oli mesin dan filter oli: Oli diganti jika sudah kotor atau mencapai batas pemakaian. Filter oli yang berfungsi untuk menyaring oli pun biasanya juga diganti.
Rem: Diperiksa, dibersihkan, dan disetel ulang agar kembali responsif.
Busi: Memastikan bagian ujungnya tidak kotor, aus, ataupun hangus.
Filter udara: Dibersihkan atau diganti agar udara bisa masuk ke mesin secara lancar dan bersih.
Filter bahan bakar: Diperiksa, lalu diganti jika sudah tidak sesuai standar pemakaian.
Filter AC: Dibersihkan untuk meningkatkan performa pendinginan dan menjaga kualitas udara di dalam kabin mobil.
Sistem injeksi: Penggunaan OBD scanner untuk memindai error code, memeriksa sensor, dan memastikan semua sistem bekerja normal.
Karburator atau injektor: Dibersihkan agar bahan bakar bisa terdistribusi secara optimal.
Throttle body: Dibersihkan agar respons pedal gas bisa kembali lancar dan putaran mesin menjadi stabil.
Ruang bakar: Pembersihan karbon sisa pembakaran agar kompresi dan performa mesin kembali normal.
Baca juga: Kenali 11 Merek Aki Mobil Terbaik dan Tips Memilihnya
Biaya Tune Up Mobil
Sebenarnya, biaya tune up mobil cukup bervariasi. Sejumlah faktor yang memengaruhi di antaranya kategori bengkel mobil (resmi dan non resmi), kategori mobil, dan jenis tune up.
Mobil yang irit bahan bakar dan mobil premium tentunya akan dikenai biaya tune up yang berbeda. Berikut adalah gambaran rinciannya
| Kategori Mobil | Proses yang Dilakukan |
Mobil LCGC (Low Cost Green Car) | • Mengganti filter udara • Menyetel idle dan RPM • Memeriksa dan membersihkan busi • Scanning ECU (Engine Control Unit) • Memeriksa aki dan sistem kelistrikan |
Mobil MPV dan City Car | • Memeriksa aki dan sistem kelistrikan • Memeriksa busi dan koil • Memeriksa filter bahan bakar • Scanning sistem injeksi • Membersihkan throttle body |
Mobil SUV dan Diesel | • Mengganti filter solar dan filter udara • Kalibrasi ulang sistem pembakaran • Membersihkan injektor diesel • Scanning ECU dan sistem kelistrikan • Memeriksa EGR, turbo, dan intercooler |
Mobil Mewah atau Premium | • Mengganti busi iridium • Memeriksa sensor • Memeriksa sistem elektronik • Scanning komputer khusus • Membersihkan injeksi dan throttle body |
Faktor terakhir yang bisa menentukan harga tune up mobil adalah jenis tune up yang dipilih. Di bawah ini adalah estimasi biayanya:
Tune up ringan: Perawatan dasar untuk mengoptimalkan performa mesin tanpa melakukan pembongkaran besar.
Tune up menengah: Umumnya membongkar sebagian komponen mesin.
Tune up berat: Perawatan besar yang biasanya meliputi pembongkaran komponen utama mesin, penggantian komponen yang rusak, hingga pembersihan mendalam pada sistem bahan bakar.
Baca Juga : Kapan Harus Service Rem Mobil? Kenali Tanda-Tandanya
Itulah informasi mengenai biaya tune up mobil yang bisa menjadi acuan bagi Anda. Sebelum tune up, pastikan Anda memilih penyedia jasa tune up mobil tepercaya untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai estimasi biaya, kondisi mobil, serta solusi yang bisa diberikan.
Faktanya, selain tune up, mobil Anda juga perlu diservis secara berkala. Tune up dan servis sebenarnya berbeda, namun sifatnya saling melengkapi.
Jika mobil rutin diservis, tetapi jarang tune up, performanya mungkin akan turun. Sebaliknya, jika mobil sering tune up, tetapi tidak diservis berkala, risiko rusak bisa meningkat karena banyak komponen aus tidak diganti. Idealnya, servis rutin dilakukan tiap enam bulan sekali.
Beberapa orang mungkin berpikir bahwa acuan waktu untuk servis berkala adalah saat mobil sudah menempuh jarak 10.000 kilometer. Padahal, jarak bukanlah patokan utama. Mobil yang digunakan tiap hari perlu diservis setiap enam bulan, meski belum mencapai 10.000 kilometer.
Selain memperhatikan waktu servis, Anda juga perlu memastikan kualitas dari tempat servis yang dipilih. Untuk mendapatkan servis berkualitas, percayakan pada NAWILIS.
NAWILIS menyediakan layanan spooring, balancing, engine flush/ tune up, bubut disk brake, dan uji emisi. Tak perlu ragu mempercayakan mobil Anda karena NAWILIS telah berpengalaman sebagai spooring balancing specialist lebih dari 62 tahun.
Sebagai rujukan bengkel-bengkel umum dan resmi di Indonesia, NAWILIS siap memberikan pelayanan terbaik bagi Anda. Yuk, tune up dan servis berkala mobil Anda di NAWILIS terdekat!

