Apakah Anda pernah merasa mobil semakin boros bensin? Jarak tempuh harian tidak berubah, tetapi frekuensi pengisian bensin justru semakin sering. Kondisi ini tentu menyulitkan para pengendara. Namun, ada satu cara efektif untuk mengatasinya, yaitu dengan menghitung konsumsi BBM.
Jangan salah, memahami cara menghitung konsumsi BBM bukan semata-mata berkaitan dengan upaya berhemat. Melalui artikel ini, Anda akan memahami pentingnya perhitungan konsumsi BBM serta cara menghitungnya dengan mudah. Jadi, simak penjelasannya hingga akhir, ya!
Pentingnya Menghitung Konsumsi BBM
Sebagai pemilik atau pengguna kendaraan, Anda tak boleh melewatkan penghitungan konsumsi BBM secara rutin. Pasalnya, aktivitas ini akan membantu Anda dalam beberapa hal berikut:
Mengontrol dan menekan pengeluaran: Data perhitungan BBM memungkinkan Anda untuk mengetahui biaya pembelian bahan bakar per bulan secara realistis, bukan sekadar perkiraan. Jika dirasa terlalu tinggi, Anda bisa menekannya.
- Mengelola anggaran perjalanan: Anda bisa menyusun anggaran bahan bakar secara akurat sebelum berangkat dan menghindari kekurangan dana di tengah perjalanan. Hal ini penting terutama bagi pengguna mobil untuk operasional kerja maupun saat melakukan perjalanan jarak jauh.
- Mempersiapkan strategi pengisian BBM saat menempuh rute baru: Hal ini penting untuk menghindari kehabisan bahan bakar di daerah yang tidak ada fasilitas pengisian BBM, seperti di kawasan hutan atau pedalaman.
- Memantau kondisi kendaraan: Peningkatan konsumsi BBM secara mendadak bisa menandakan adanya masalah mesin atau sistem bahan bakar yang mungkin perlu segera diperbaiki.
- Menjaga keamanan dan kenyamanan selama perjalanan: Dengan menghitung konsumsi BBM, Anda dapat meminimalkan perubahan rencana secara mendadak yang berisiko menimbulkan bahaya dan stres.
Rumus Perhitungan Konsumsi BBM
Sebenarnya, rumus konsumsi bahan bakar ada dua macam, yaitu per kilometer dan per liter. Berikut rumusnya masing-masing:
Konsumsi BBM per kilometer = Jumlah liter BBM yang digunakan : Jarak tempuh
Konsumsi BBM per liter = Jarak tempuh : Jumlah liter BBM yang digunakan
Jika Anda ingin mengetahui cara menghitung konsumsi BBM per 100 km, cukup kalikan rumus di atas dengan 100. Jadi, diperoleh rumus berikut:
Konsumsi BBM per 100 km = (Jumlah liter BBM yang digunakan : Jarak tempuh) × 100
Meskipun ada dua rumus, kebanyakan orang lebih sering menggunakan rumus konsumsi bahan bakar per liter. Selanjutnya, untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret, mari menyimak contoh perhitungan untuk masing-masing rumus di atas.
Sebuah mobil menempuh perjalanan sejauh 150 km dan menghabiskan 10 liter BBM. Maka, konsumsi BBM-nya bisa dihitung seperti ini:
Konsumsi BBM per kilometer = Jumlah liter BBM yang digunakan : Jarak tempuh
= 10 liter : 150 km
= 0,067 liter/km
Konsumsi BBM per liter = Jarak tempuh : Jumlah liter BBM yang digunakan
= 150 km : 10 liter
= 15 km/liter
Selain menggunakan rumus di atas, Anda juga bisa memanfaatkan kalkulator konsumsi BBM yang dapat diakses secara online.
Baca juga: Apa Itu Mobil Hybrid? Solusi Kendaraan Hemat Bahan Bakar
Cara Menghitung Konsumsi BBM dengan Metode Full-to-Full
Sesuai namanya, metode full-to-full melibatkan pengisian bahan bakar hingga full atau penuh, baik di awal maupun akhir periode penggunaan. Tujuannya supaya perhitungan lebih presisi.
Metode full-to-full merupakan salah satu metode atau cara menghitung konsumsi BBM yang tergolong akurat. Metode ini juga meminimalkan bias yang terjadi karena gaya berkendara atau kondisi jalan sesaat. Untuk menerapkan metode full-to-full, Anda dapat mengikuti langkah-langkah di bawah ini:
1. Mengisi Tangki Sampai Penuh
Pertama, isilah tangki bahan bakar hingga penuh. Tujuan tahap ini adalah menyamakan kondisi awal tangki agar perhitungan valid. Selanjutnya, reset trip meter atau catat angka yang muncul pada odometer kendaraan. Angka ini penting sebagai patokan awal perhitungan.
2. Menggunakan Kendaraan Seperti Biasa
Tahap kedua adalah mengemudikan mobil seperti biasa, baik untuk aktivitas sehari-hari ataupun perjalanan tertentu. Pada tahap ini, hindari perubahan gaya berkendara secara ekstrem.
Contoh perubahan gaya berkendara yang dimaksud adalah tiba-tiba mengemudikan mobil terlalu pelan atau sangat agresif. Hal ini perlu dihindari karena tidak akan mencerminkan kondisi pemakaian nyata.
3. Mengisi Tangki Hingga Penuh Lagi
Setelah mengendarai mobil untuk menempuh jarak tertentu, saatnya Anda mengisi tangki hingga penuh kembali. Kemudian, catatlah jumlah liter BBM yang masuk dan angka odometer atau tripmeter saat itu.
Dengan mengetahui jumlah liter BBM yang masuk, Anda bisa mengidentifikasi BBM yang habis sejak pengisian pertama.
4. Menghitung Jarak Tempuh
Untuk menghitung jarak tempuh, Anda cukup mengurangi odometer akhir dengan odometer awal. Misalnya, jika odometer awal menunjukkan angka 10.000 km dan odometer akhir 10.550 km, diperoleh jarak tempuh 550 km.
5. Menghitung Konsumsi BBM
Setelah mengetahui jarak tempuh dan jumlah liter BBM saat pengisian kedua, Anda bisa langsung menghitung konsumsi BBM, baik menggunakan rumus per kilometer ataupun per liter. Semakin tinggi angka km/l, artinya semakin irit sebuah kendaraan.
Perlu dipahami juga bahwa untuk mengetahui perbandingan konsumsi BBM mobil, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Beberapa faktor ini di antaranya bobot kendaraan, kapasitas mesin, jenis transmisi, jenis bahan bakar, gaya berkendara, dan kondisi jalan.
Sekian penjelasan mengenai cara menghitung konsumsi BBM. Ingat, perhitungan konsumsi BBM bukan hanya membantu mencegah keborosan, tetapi juga menjadi media untuk mengontrol performa kendaraan serta merencanakan perjalanan yang lebih aman.
Namun, di samping menghitung konsumsi BBM, servis kendaraan secara rutin juga memegang peranan yang penting. Apakah Anda masih bingung mencari tempat servis untuk mobil kesayangan Anda?
Tenang, NAWILIS siap membantu servis kendaraan mulai dari spooring, balancing, servis rem, oli mesin, engine flush/tune up, hingga bubut rem. Menariknya lagi, kini NAWILIS sedang mengadakan Promo Happy Hour, yaitu Diskon Jasa Service khusus jam tertentu. Dengan 20 cabang yang tersebar di beberapa daerah, Anda bisa mengunjungi NAWILIS terdekat untuk memanfaatkan promonya.
Selain melayani servis kendaraan, NAWILIS juga menyediakan berbagai jenis keperluan mobil, seperti ban, aki, oli, minyak rem, dan spare parts. Semuanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget Anda.
Sebagai Spooring-Balancing Specialist yang konsisten selama lebih dari 62 tahun, NAWILIS siap memberikan pelayanan optimal dan profesional. Yuk, servis mobil Anda di NAWILIS terdekat dan buktikan kualitasnya!
Baca juga: Perbedaan Spooring dan Balancing untuk Mobil Stabil

