Banyak orang mengira bahwa cek oli mesin mobil harus dilakukan di bengkel. Padahal, pengecekan dasarnya cukup sederhana sehingga Anda bisa mengetahui kondisi oli sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Dengan cek oli mesin mobil secara rutin, Anda dapat melihat apakah oli mulai menipis, berubah warna, ada endapan residu, atau sudah saatnya diganti. Ingin mengetahui cara cek oli mobil dengan tepat? Baca panduan lengkapnya dalam artikel ini.
Cara Cek Oli Mesin Mobil Sendiri
Saat ini banyak mobil sudah dilengkapi lampu indikator di dashboard yang memberi tanda ketika oli mulai berkurang atau ada masalah pada sistem. Meski begitu, pemeriksaan oli mesin mobil tetap bisa Anda lakukan sendiri jika ingin memastikan kondisinya dengan lebih jelas.
Untuk memastikan semuanya dalam keadaan aman, berikut langkah sederhana yang dapat Anda ikuti untuk cek oli mesin mobil secara manual.
Lakukan pengecekan volume oli saat mobil belum dipakai agar oli masih dalam keadaan dingin dan tidak membahayakan tangan. Usahakan mobil berada di permukaan yang benar-benar rata supaya level oli yang terbaca tidak keliru.
Tarik dipstick dari tempatnya, lalu bersihkan seluruh ujung dipstick dengan kain bersih. Tujuannya agar tidak ada debu atau kotoran yang ikut tercampur ke dalam oli ketika dipstick dimasukkan kembali.
Masukkan dipstick sampai benar-benar terpasang, lalu tarik lagi untuk melihat bekas oli yang menempel. Di dipstick ada tanda F (full) dan L (low). Jika oli berada di antara kedua tanda tersebut, kondisi oli masih berada pada level yang baik.
Berapa Lama Sebaiknya Ganti Oli Mesin Mobil?
Berapa lama sebaiknya ganti oli mesin mobil? Umumnya, oli perlu diganti setiap 5.000 km sampai 10.000 km atau sekitar 4–6 bulan sekali, tergantung mana yang lebih dulu tercapai. Interval penggantian disesuaikan dengan oli yang digunakan.
Interval ini dibuat karena dalam rentang tersebut kualitas oli sudah mulai menurun, kemampuan melumasi berkurang, dan kotoran di dalam mesin mulai menumpuk.
Dengan mengikuti jadwal ini, performa mesin dapat lebih terjaga, mesin bisa bekerja lebih ringan, suhu mesin tetap stabil, dan memperpanjang umur mesin karena risiko kerusakan bisa ditekan sejak awal.
Berikut beberapa manfaat dari penggantian oli mesin mobil yang dilakukan secara rutin:
Melindungi komponen mesin dari gesekan berlebih sehingga masa pakainya lebih panjang.
Membersihkan kotoran dan serpihan yang ikut terbawa oli lama, menjaga ruang mesin tetap bersih.
Menjaga suhu mesin tetap stabil karena oli baru lebih efektif menyerap panas.
Membantu membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien karena mesin tidak terbebani.
Menjaga performa mesin dan memperpanjang umur mesin.
Menjaga mesin tetap halus sehingga mobil terasa lebih nyaman digunakan.
Jika jadwal ganti oli sering dilewatkan, kotoran akan semakin menumpuk, suhu mesin mudah naik, gesekan antarkomponen makin besar, dan timbul sludge/lumpur oli yang menghambat aliran oli.
Akibatnya, mesin bisa terdengar lebih kasar, kehilangan tenaga, bahkan menimbulkan kerusakan yang biayanya jauh lebih mahal.
Dengan mengganti oli tepat waktu, Anda menjaga kondisi mesin tetap optimal sekaligus mencegah masalah di kemudian hari.
Baca juga: 10 Rekomendasi Oli Mobil yang Bagus dan Tahan Lama
Apakah Mobil yang Jarang Dipakai Harus Ganti Oli?
Ya. Mobil yang jarang dipakai tetap perlu diganti olinya, bahkan harus lebih sering mengganti oli atau interval waktunya dipercepat dari normalnya.
Pasalnya, saat terlalu lama didiamkan, oli akan mengendap dan endapannya dapat membahayakan ketika mesin mulai dihidupkan. Jika kondisi ini dibiarkan, oli tidak bisa lagi melindungi mesin dengan baik.
Begitu mobil dinyalakan setelah lama tidak digunakan, mesin bekerja tanpa pelumasan yang cukup, dan hal ini bisa merusak mesin. Meskipun mobil jarang dipakai, penggantian oli tetap perlu mengikuti batas waktu agar mesin tetap aman.
Kesalahan Umum Saat Mengganti Oli Mesin Mobil
Banyak orang menganggap ganti oli itu mudah sehingga penggantiannya sering dilakukan tanpa perhatian khusus. Padahal, hal kecil yang terlewat bisa memengaruhi kinerja mesin. Untuk menjaga prosesnya tetap aman dan hasilnya optimal hindari beberapa kesalahan berikut:
1. Takaran Oli yang Salah
Banyak orang mengira bahwa semakin banyak oli, semakin baik untuk mesin. Padahal, jika batas oli mobil terlampaui dan isinya terlalu penuh, putaran poros engkol bisa terganggu sehingga kerja mesin terasa lebih berat.
Dalam beberapa kasus, oli berlebih juga bisa masuk ke ruang bakar dan membuat knalpot mengeluarkan asap putih.
Begitu pula dengan takaran yang kurang dari yang direkomendasikan pabrikan. Hal ini membuat sistem pelumasan menjadi kurang optimal dan mesin lebih mudah panas.
Solusinya, cukup isi oli sesuai takaran yang dianjurkan di buku manual dan cek kembali dengan dipstick agar jumlahnya tepat.
2. Baut Pembuangan Oli Terlalu Kencang
Mengencangkan baut karter oli terlalu kuat bisa membuat ulirnya cepat rusak. Jika ulir bermasalah, kebocoran oli bisa terjadi tanpa disadari. Lama-kelamaan, oli berkurang dan mesin berjalan tanpa pelumasan yang cukup, sehingga risikonya bisa merusak mesin.
Solusinya, kencangkan baut dengan tekanan yang wajar. Jika tersedia, gunakan kunci torsi agar tingkat kekencangannya sesuai anjuran pabrikan.
3. Mengganti Oli saat Mesin Masih Dingin
Saat mesin masih dingin, endapan yang ada di dasar bak oli biasanya tidak ikut keluar ketika oli dibuang. Kondisi ini membuat oli baru cepat keruh karena bercampur dengan sisa kotoran tersebut.
Agar lebih bersih, hidupkan mesin sebentar sebelum proses ganti oli. Suhu mesin yang hangat membantu endapan terangkat dan terbawa keluar bersama oli lama.
Baca juga: Apa Itu Spooring? Ini Pengertian dan Manfaat Melakukannya
4. Tidak Mengganti Filter Oli
Jika oli diganti tetapi filternya dibiarkan, hasilnya kurang efektif. Filter yang lama menyimpan kotoran hasil penyaringan oli yang melewatinya.
Di mana, filter yang sudah kotor dapat melepas sisa kotoran ke dalam oli baru sehingga kerja pelumasan jadi kurang optimal.
Agar tidak terjadi hal seperti itu, ganti filter oli baru setiap kali Anda mengganti oli mesin. Dengan begitu, oli yang mengalir tetap bersih dan mesin bekerja lebih ringan.
5. Area Pengisian Oli Tidak Dijaga Kebersihannya
Saat mengisi oli, debu yang tidak sengaja masuk bisa membuat bagian dalam mesin cepat aus. Partikel kecil itu ikut terbawa aliran oli dan menggores komponen yang terus bergerak.
Untuk mencegah masalah tersebut, bersihkan area di sekitar tutup oli terlebih dahulu. Gunakan lap yang bersih saat membuka tutup atau memasang corong supaya tidak ada kotoran yang ikut masuk.
Itulah penjelasan mengenai cara cek oli mesin hingga berapa lama sebaiknya oli mesin mobil diganti. Dengan perawatan yang rutin, mobil akan lebih awet, tarikan terasa ringan, dan penggunaan bahan bakarnya tetap efisien.
Agar semua manfaat tersebut bisa Anda rasakan secara maksimal, kendaraan juga perlu diperiksa oleh tenaga yang berpengalaman dengan peralatan yang tepat. NAWILIS dapat menjadi pilihan untuk itu.
Dengan pengalaman lebih dari 60 tahun, NAWILIS menyediakan layanan spooring, balancing, engine flush atau tune up, bubut disk brake, hingga uji emisi. Setiap layanan dirancang untuk menjaga mobil tetap stabil, bertenaga, dan aman digunakan.
Nawilis juga menawarkan ban, oli, dan suku cadang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan maupun anggaran Anda. Tidak heran jika tempat ini menjadi rujukan bagi banyak bengkel umum hingga bengkel resmi di Indonesia.
Jika mobil sudah waktunya servis atau mulai terasa kurang nyaman, Anda bisa langsung mengunjungi cabang NAWILIS terdekat agar kendaraan tetap terawat dan siap dipakai kapan saja.

