Pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa mobil bergetar saat diam maupun jalan? Kendala yang mengganggu kenyamanan ini kerap kali menjadi penanda adanya masalah pada kendaraan Anda, salah satunya bersumber dari kerusakan engine mounting mobil.
Sebagai penyangga utama yang menghubungkan mesin dengan rangka, komponen ini bertugas menjaga posisi mesin tetap stabil sekaligus meredam guncangan saat mesin beroperasi.
Ketika engine mounting aus atau rusak, getaran mesin akan merambat langsung ke kabin, memicu suara bising, dan berisiko merusak komponen mekanis di sekitarnya.
Jangan sampai masalah ini berimbas pada kerusakan yang lebih parah. Mari pahami pembahasan lengkap mengenai fungsi, pemicu kerusakan, hingga cara mengatasinya di bawah ini!
Apa Itu Engine Mounting Mobil?
Engine mounting mobilmerupakan komponen penyangga yang berfungsi mengikat mesin ke rangka kendaraan agar tetap stabil, terutama saat melewati jalanan kasar atau mengalami perubahan kecepatan secara mendadak.
Terletak di bagian bawah mesin, umumnya di sisi kiri, kanan, dan belakang, komponen ini terbuat dari kombinasi logam dan karet, bahkan ada yang dibekali cairan hidrolik atau sistem elektronik aktif.
Lapisan karet atau cairan tersebut bertugas mencegah gesekan antarmetal sekaligus meredam getaran mesin saat bekerja. Pemasangannya dibantu oleh engine mounting plate sebagai pelat penguat dan engine mounting bracket sebagai dudukan.
Tanpa kondisi engine mounting yang baik, mesin bisa bergeser dan memicu getaran berlebih yang merusak komponen lain serta mengganggu kenyamanan berkendara Anda.
Fungsi Engine Mounting Mobil
Sebagai penghubung antara mesin dan rangka mobil, engine mounting tidak hanya bertugas menopang mesin.
Komponen ini juga membantu meredam getaran, menjaga posisi mesin tetap stabil, serta melindungi komponen di sekitarnya. Berikut adalah beberapa fungsi engine mounting mobil yang perlu Anda ketahui:
1. Menjaga Posisi dan Stabilitas Mesin
Mesin menghasilkan tenaga besar yang memicu banyak guncangan, terutama saat Anda berakselerasi, mengerem mendadak, atau melintasi jalanan yang tidak rata. Komponen ini bertugas menahan dan menopang beban mesin agar tetap berada pada posisinya serta tidak bergeser secara bebas.
Stabilitas ini sangat penting untuk menjaga komponen seperti piston, girboks, dan kopel agar tidak menempel atau berbenturan langsung dengan sasis. Dengan begitu, risiko kerusakan komponen di sekitar mesin dapat diminimalkan.
2. Meredam Getaran dan Kebisingan
Saat mesin beroperasi, terutama pada RPM tinggi, getaran kuat akan tercipta dan berpotensi merambat ke seluruh bodi mobil. Lapisan karet atau cairan hidrolik pada dudukan ini berfungsi untuk menyerap guncangan tersebut agar tidak langsung diteruskan ke sasis.
Dengan terisolasinya getaran dan kebisingan mesin dari ruang kabin, suasana di dalam mobil menjadi jauh lebih tenang, santai, dan nyaman bagi pengemudi maupun penumpang.
Baca juga: Inilah 10 Komponen Kaki-Kaki Mobil yang Perlu Diketahui
3. Mengurangi Dampak Kerusakan Akibat Benturan
Ketika kendaraan melewati jalanan berlubang atau permukaan ekstrem, mesin akan mengalami guncangan yang cukup keras. Engine mounting bertindak sebagai penyerap benturan untuk melindungi integritas struktur mesin.
Tanpa peredaman yang optimal, mesin bisa menghantam komponen di sekitarnya secara langsung, yang tidak hanya merusak komponen mekanis, tetapi juga memperpendek usia pakai mesin itu sendiri.
4. Meningkatkan Stabilitas, Keselamatan, dan Kendali Berkendara
Kondisi mesin yang tertahan secara kokoh memberikan keseimbangan ekstra bagi kendaraan, khususnya saat melaju pada kecepatan tinggi atau bermanuver di tikungan tajam.
Mengingat fungsinya untuk menjaga stabilitas sekaligus mencegah kerusakan beruntun yang berbiaya mahal, perawatan komponen penyangga ini penting dilakukan untuk memberikan kontrol penuh kepada pengemudi serta rasa aman bagi seluruh penumpang.
5. Tempat Pemasangan dan Karakteristik Penggunaan
Supaya kinerjanya maksimal, komponen ini ditempatkan di area khusus pada sasis mesin mobil. Satu kendaraan umumnya menggunakan 2 hingga 3 buah engine mounting sekaligus untuk menopang mesin dengan lebih baik.
6. Konstruksi dan Variasi Bahan
Secara umum, konstruksi komponen ini menggunakan pelat baja yang dilengkapi pengait ke sasis serta tabung berisi karet berlubang untuk mengikat mesin. Kombinasi pelat baja dan karet dipilih karena memiliki elastisitas yang baik dalam menahan guncangan.
Selain karet standar, saat ini juga tersedia bahan polyurethane yang mampu membuat mobil lebih stabil saat berbelok, meski material ini umumnya lebih cocok diaplikasikan pada mobil tipe sport.
Ciri-Ciri Engine Mounting Mobil Rusak
Gejala kerusakan pada engine mounting mobil sebenarnya cukup mudah Anda kenali dari perubahan cara berkendara maupun suara di sekitar kendaraan. Jika komponen ini mulai aus, berikut adalah tanda-tanda utama yang perlu Anda perhatikan:
- Getaran terasa lebih kuat: Getaran mesin yang biasanya tidak terasa di kabin menjadi lebih terasa, baik saat mobil dalam kondisi idle maupun saat melaju.
- Muncul bunyi jeduk atau klotok-klotok: Suara dari ruang mesin dapat terdengar saat melewati jalan berlubang, berakselerasi, mengerem, atau berpindah gigi karena mesin tidak lagi tertahan dengan baik.
- Mesin bergoyang atau miring: Saat kap mesin dibuka, mesin dapat terlihat bergoyang lebih dari biasanya atau posisinya tampak miring akibat enginemounting yang tidak mampu menopangnya dengan baik.
- Akselerasi dan perpindahan gigi terasa kasar: Mobil dapat terasa menghentak saat menginjak gas atau ketika berpindah gigi karena posisi mesin yang tidak lagi stabil.
- Setir terasa bergetar: Getaran mesin yang berlebihan dapat merambat hingga ke setir sehingga terasa kurang stabil saat dikemudikan.
- Komponen lain ikut terdampak: Engine mounting yang rusak dapat memberikan tekanan lebih pada sistem transmisi dan suspensi, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan tambahan.
Baca juga: Kenali Fungsi ECU Mobil dan Komponen-Komponennya di Sini!
Penyebab Engine Mounting Mobil Rusak
Komponen penyangga ini memang dirancang kuat, tetapi kinerjanya dapat menurun seiring berjalannya waktu. Berikut beberapa penyebab engine mounting rusak:
1. Usia Pemakaian dan Faktor Alamiah Material
Seiring bertambahnya usia kendaraan, material karet pada engine mounting secara alami akan mengalami keausan.
Elastisitasnya bisa berkurang, mengeras, retak, getas, bahkan sobek akibat terus-menerus menahan beban dan guncangan mesin, sehingga daya redamnya pun jauh menurun.
2. Paparan Suhu Panas Ekstrem dan Kontaminasi Cairan Mesin
Suhu panas berlebih dari mesin atau overheating yang terjadi secara berulang dapat membuat material karet melemah, rapuh, hingga meleleh.
Kondisi ini diperparah jika terdapat kebocoran oli atau cairan kimia mesin yang mengontaminasi dan mempercepat pembusukan material karet.
3. Beban Kerja Berat dan Getaran Mesin Tinggi
Mobil yang sering dipacu pada kecepatan tinggi atau digunakan untuk membawa muatan berat memberikan tekanan ekstra pada dudukan mesin. Getaran intensif dan beban berat tersebut membuat kerja engine mounting jauh melebihi batas normal.
4. Gaya Berkendara Agresif
Kebiasaan mengemudi dengan akselerasi spontan serta pengereman mendadak memaksa mesin bergerak dan bergeser secara tiba-tiba. Tekanan berulang akibat gaya berkendara yang kasar ini akan mempercepat keausan pada komponen penyangga tersebut.
5. Sering Melintasi Medan Jalan yang Rusak
Penggunaan kendaraan di jalanan yang berlubang, kasar, atau tidak rata dapat menimbulkan guncangan ekstrem secara berulang.
Menghantam lubang atau polisi tidur dengan kecepatan tinggi membuat mesin mengalami guncangan yang langsung membebani kinerja engine mounting.
6. Kualitas Sparepart Rendah dan Kesalahan Pemasangan
Menggunakan enginemounting imitasi berkualitas buruk membuatnya lebih cepat rusak karena materialnya tidak memenuhi standar.
Selain itu, proses pemasangan yang tidak presisi menyebabkan distribusi beban mesin menjadi tidak merata, sehingga memperpendek usia pakainya dan berpotensi merusak komponen lain.
Baca juga: Apa Itu Tie Rod Mobil? Kenali Fungsi dan Tanda Kerusakannya
Cara Mengatasi Engine Mounting Mobil yang Rusak
Apabila engine mounting mobil Anda rusak, sebaiknya jangan mencoba menggantinya sendiri. Komponen ini menempel langsung pada dudukan mesin. Maka dari itu, dibutuhkan ketelitian tinggi dan alat khusus untuk menjaga posisi mesin tetap pas dan presisi setelah dipasang.
Lebih baik langsung periksakan mobil Anda ke bengkel agar penyebabnya jelas dan segera ditangani oleh ahli. Agar kerusakan serupa tidak terulang di kemudian hari, jangan lupa servis mobil Anda secara rutin di NAWILIS.
Jangan tunggu sampai kondisi mesin makin parah dan menguras kantong! Segera bawa mobil Anda ke NAWILIS untuk mendapatkan perawatan terbaik dari teknisi profesional yang berpengalaman.
Sebagai spesialis spooring-balancing yang konsisten sejak tahun 1963, NAWILIS telah menjadi rujukan bagi berbagai bengkel umum maupun resmi di Indonesia karena selalu didukung oleh peralatan canggih dan modern.
Selain penanganan masalah mesin, NAWILIS siap menjaga kondisi kendaraan Anda tetap optimal melalui berbagai layanan lengkap, mulai dari spooring balancing, bubut disc brake atau piringan rem, engine flush/carbon clean, ganti ban, ganti oli, ganti aki, tune up mobil, hingga uji emisi mobil.
Menariknya lagi, Anda bisa menikmati penawaran harga spesial dengan memanfaatkan Promo Merdeka NAWILIS.
Jadi, tunggu apa lagi? Langsung kunjungi cabang NAWILIS terdekat yang kini sudah tersedia di lebih dari 20 cabang. Anda juga bisa langsung menghubungi WhatsApp NAWILIS Auto Service Center untuk menjadwalkan servis atau menanyakan informasi lengkapnya sekarang!


